TikTok Nonaktifkan Fitur Download Video dari Anak di Bawah Usia 16 Tahun

IdeaBox.co.id — Tidak dimungkiri, TikTok menjadi aplikasi paling populer saat ini. Hal ini sebagaimana hasil laporan yang dirilis oleh perusahaan riset pasar aplikasi mobile, App Anie.

Dalam laporannya, App Anie merilis 10 aplikasi paling banyak diunduh di seluruh dunia, periode Januari-Maret 2021. Hasilnya, TikTok menempati posisi pertama, disusul Facebook, dan Instagram.

Kepopuleran TikTok pun membuat aplikasi asal Tiongkok ini terus melakukan perbaikan sistem. Terbaru, TikTok bakal menonaktifkan fitur download video yang dibuat oleh pengguna di bawah usia 16 tahun.

Nantinya, video yang diunggah oleh pengguna di usia 16 tahun ke bawah, tidak akan bisa diunduh oleh pengguna lain. Hal ini, menurut pihak TikTok, bertujuan untuk menjaga privasi pengguna, khususnya kalangan anak-anak.

Tidak hanya menonaktifkan fitur download pada video yang diunggah pengguna di bawah usia 16 tahun, TikTok juga merilis beberapa peraturan terbaru. Berikut rinciannya:

  1. Pengguna di bawah 16 tahun akan bisa mengatur siapa saja yang bisa menonton video mereka. Pengaturan tersebut akan muncul melalui pop-up sebelum video diunggah
  2. Sementara untuk pengguna yang berusia 16-17 tahun, bisa mengaktifkan fitur pop-up tersebut, dan memilih siapa yang bisa menonton videonya. Meski demikian, pengguna berusia 16-17 tahun bisa saja tidak mengaktifkannya
  3. Fitur download atau unduh bakal dinonaktifkan secara permanen dari video yang diunggah anak-anak berusia 13 sampai 15 tahun. Artinya, orang lain tidak akan bisa mengunduh video yang diunggah anak-anak tersebut
  4. Untuk pengguna berusia 16-17 tahun, fitur Direct Messaging bakal ditiadakan. Namun, jika ingin tetap ada, pengguna bisa mengubah opsi
  5. Push Notifikasi yang muncul pada pengguna berusia 13 sampai 15 tahun akan berhenti setelah jam 21.00. Sementara untuk pengguna berusia 16-17 tahun berhenti pada pukul 22.00

Sementara itu, menurut Pimpinan Chil Safety Public Policy TikTok, Alexandra Evans, ketentuan baru tersebut diambil setelah TikTok disebut gagal melindungi anak-anak dari konten yang tidak pantas.

Evans pun menegaskan, jika bagi pengguna yang masih berusia anak-anak, memilih kepada siapa videonya akan dibagikan merupakan hal yang tepat.

“Proses membuat video di TikTok memang menyenangkan. Dengan memilih musik, efek dan transisi yang tepat. Namun, memilih dengan siapa video akan dibagikan juga sama pentingnya.” Ujar Evans, sebagaimana yang IdeaBox.co.id lansir dari Reuters.

Dapatkan berita dan artikel terbaru terkait dunia teknologi dengan cara mengikuti IdeaBox di Google Berita.

Amin Aulawi

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Komunikasi Penyiaran Islam konsentrasi Jurnalistik. Memulai karier profesional sebagai jurnalis sejak tahun 2018 dan hingga saat ini masih aktif menjadi jurnalis di salah satu media nasional.

Tinggalkan komentar